Bupati Barito Selatan Hadiri Pembukaan Karantina Tahfizh Qur’an Angkatan VI

Barito Selatan  // Khabarindonesia.com– Bupati Barito Selatan, H. Eddy Raya Samsuri, ST., MM., dan Wakil Bupati Khristianto Yudha, ST, menghadiri acara pembukaan Karantina Tahfizh Qur’an Angkatan VI Kabupaten Barito Selatan 1446 H/2025. Acara yang diselenggarakan di Guest House Mulya Kencana Senin, 3 Maret 2025 ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Forkopimda, OPD, Camat Jenamas, Camat Dusun Selatan, orang tua santri, serta tokoh agama dan masyarakat setempat. (3/3/2015)

Dalam sambutannya, Bupati Barito Selatan menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap program karantina tahfizh yang terus berlanjut di daerah ini. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mencetak generasi Qur’ani yang mampu menjaga dan mengamalkan ajaran Islam. “Program ini adalah kebanggaan bagi kita semua. Saya sering mendapat telepon dari teman-teman MUI yang menyampaikan rasa syukur bahwa Kabupaten Barito Selatan selalu konsisten dalam menyelenggarakan program ini,” ujar Bupati.

Bupati juga menyoroti pentingnya kegiatan ini dalam menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di kalangan masyarakat. Ia menilai bahwa dengan adanya program karantina tahfizh, akan lahir lebih banyak penghafal Al-Qur’an yang mampu menyebarkan nilai-nilai Islam ke seluruh pelosok desa di Kabupaten Barito Selatan. “Kita patut bersyukur karena akan muncul para ahli Al-Qur’an yang akan memakmurkan agama dan membawa keberkahan bagi daerah kita,” tambahnya.

Tak lupa, Bupati juga memberikan penghargaan kepada panitia, para ustaz, ustazah, dan para muhafiz yang telah dengan tulus membimbing para santri dalam perjalanan mereka menghafal Al-Qur’an. “Saya sangat mengapresiasi usaha para panitia dan para pengajar yang dengan ikhlas dan istiqomah membimbing para calon penjaga kemurnian Al-Qur’an. Ini adalah tugas yang mulia dan membutuhkan ketulusan hati,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan para orang tua untuk terus mendukung anak-anak mereka dalam menjaga hafalan Al-Qur’an. Menurutnya, seorang hafiz atau hafizah tidak hanya membawa kebanggaan bagi keluarga tetapi juga mendapatkan ganjaran besar di akhirat kelak. “Orang tua yang memiliki anak penghafal Al-Qur’an akan mendapatkan mahkota yang sinarnya melebihi sinar matahari pada hari kiamat,” ucapnya.

Selain itu, Bupati menyoroti tantangan globalisasi yang dapat mempengaruhi moral generasi muda. Ia menegaskan bahwa pendidikan berbasis agama seperti tahfizh Al-Qur’an adalah solusi untuk menjaga akhlak generasi muda dari pengaruh negatif seperti pergaulan bebas, minuman keras, dan kemerosotan moral lainnya. “Agar generasi muda Islam tidak terjerumus dalam arus globalisasi yang merusak, kita harus bersama-sama membentengi mereka dengan nilai-nilai agama,” pesannya.

Bupati berharap program karantina tahfizh ini terus berlanjut dan semakin berkembang di masa depan. Ia menekankan bahwa membangun generasi Qur’ani bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. “Semoga Allah SWT meridai usaha kita dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Barito Selatan,” ujarnya.

Sebagai penutup, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Bupati secara resmi membuka Karantina Tahfizh Qur’an Angkatan VI Kabupaten Barito Selatan. Acara ini diakhiri dengan doa bersama dan harapan agar kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi para santri dan masyarakat Kabupaten Barito Selatan secara keseluruhan. (Gilang)