Israel Lancarkan Serangan Udara ke Iran, Targetkan Fasilitas Militer

Oplus_131072

Israel -meluncurkan serangan udara ke Iran pada dini hari,Sabtu,26 Oktuber 2024 dengan target yang disebut sebagai “fasilitas militer”. Langkah ini merupakan respons atas serangan rudal balistik yang diluncurkan Iran ke Israel pada 1 Oktober lalu.

“Sebagai negara berdaulat, Israel berhak dan wajib untuk merespons,” tulis pernyataan militer Israel. “Sistem pertahanan dan penyerangan kami telah dikerahkan sepenuhnya.”

Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai skala kerusakan di Iran. Media pemerintah Iran melaporkan adanya ledakan besar di sekitar ibu kota Teheran dan Kota Karaj, yang mungkin berasal dari aktivasi sistem pertahanan udara Iran, menurut pejabat intelijen Iran yang dikutip kantor berita Tasnim.

Sementara itu, televisi Iran menyiarkan kondisi “biasa” di pasar-pasar, meski laporan menunjukkan penerbangan internasional di sekitar Iran barat telah dialihkan.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tampak hadir di markas militer di Tel Aviv selama operasi berlangsung, sebagaimana dilaporkan kantor PM Israel. Menteri Pertahanan Israel sebelumnya telah menegaskan bahwa “musuh akan membayar mahal” atas segala ancaman terhadap Israel.

Amerika Serikat menyatakan telah diberi tahu tentang serangan ini oleh Israel, meskipun tidak terlibat langsung dalam operasi tersebut. “Kami memahami bahwa Israel melakukan serangan terhadap sasaran militer di Iran sebagai respons atas serangan rudal balistik pada 1 Oktober,” ujar juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Sean Savett.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, memperingatkan pada Rabu (23/10) agar serangan ini tidak memicu eskalasi lebih lanjut.

Selain itu, media pemerintah Suriah juga melaporkan adanya suara ledakan di dekat Damaskus dan wilayah tengah Suriah, yang menambah ketegangan regional.

Ketegangan Israel-Iran terus meningkat setelah konflik Israel-Hamas kembali pecah sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Konflik yang kini meluas ke Lebanon ini berakar dari pendudukan Israel atas Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur sejak 1967, dengan pembangunan pemukiman yang terus berlanjut di wilayah Tepi Barat.