Ketua TP-PKK Barito Selatan Tekankan Sinergi Program Hingga Ke Desa
Barito Selatan // Khabarindonesia.com — Rapat Kerja Daerah (Rakerda) TP-PKK Tingkat Kabupaten dan Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu Kabupaten Barito Selatan Tahun 2025 resmi digelar pada 10 Desember 2025 di Gedung Jaro Pirarahan Buntok. Kegiatan tersebut dibuka dengan sambutan Ketua TP-PKK Barito Selatan, Ny. Dr. Hj. Permana Sari Eddy Raya Samsuri, S.Si., MM., MBA., yang menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga untuk menyelaraskan program PKK dengan arah kebijakan pemerintah pusat dan daerah. (10/12/2025).
Acara yang berlangsung 10 Desember 2025 itu dihadiri oleh Bupati Barito Selatan, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Forkopimda, Sekretaris Daerah, para asisten Setda, kepala perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, serta Ketua TP-PKK dari seluruh kecamatan dan desa/kelurahan se-Barito Selatan. Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan organisasi wanita tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan masyarakat melalui PKK dan Posyandu.
Dalam sambutannya, Ny. Permana Sari menjelaskan bahwa Rakerda dan Rakor kali ini merupakan tindak lanjut dari sejumlah agenda nasional dan provinsi, di antaranya Rakernas X TP-PKK di Samarinda pada Juli 2025, Rakerda TP-PKK Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya pada September 2025, Rakornas TP Posyandu di Jakarta pada September 2025, serta Rakorda di Palangka Raya pada awal Desember 2025. Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut memberikan arahan strategis yang perlu segera diimplementasikan di tingkat daerah.
Ia menambahkan bahwa Barsi—sebutan Barito Selatan—memutuskan menggabungkan dua agenda besar ini karena pentingnya penyelarasan informasi dan perencanaan program jelang tahun anggaran berikutnya. “Dengan penyatuan kegiatan ini, diharapkan seluruh jenjang TP-PKK dan TP Posyandu dapat memahami arah kebijakan terbaru sehingga program yang dijalankan lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Ketua TP-PKK Barito Selatan itu juga menegaskan sejumlah tujuan utama pelaksanaan kegiatan, yakni agar gerakan PKK tetap selaras dengan program pemerintah, mendukung visi misi pembangunan, serta memperkuat paradigma program pokok PKK di seluruh jenjang. Selain itu, pembinaan kelembagaan menjadi hal penting guna memastikan pengelolaan organisasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Ny. Permana Sari menyebut dasar pelaksanaan kegiatan ini antara lain rekomendasi Rakernas X PKK tahun 2025, strategi Gerakan PKK serta petunjuk teknis tata kelola kelembagaan PKK yang terbaru. Termasuk pula keputusan Ketua TP-PKK dan Ketua TP Posyandu Barito Selatan tertanggal 24 November 2025 yang menetapkan susunan panitia pelaksana Rakerda TP-PKK dan Rakor TP Posyandu tahun ini.
Total peserta kegiatan ini mencapai 478 orang, terdiri dari Ketua TP-PKK kecamatan beserta anggota, Ketua TP-PKK desa/kelurahan, pembina Posyandu kecamatan, kelurahan, dan desa, serta pengurus TP Posyandu dari berbagai wilayah di Barito Selatan. Mereka mengikuti materi yang difokuskan pada penyusunan strategi, penguatan kelembagaan, hingga integrasi program PKK dan Posyandu ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah dan desa.
Ny. Permana Sari juga menyoroti adanya perubahan strategis dalam rencana induk PKK dan penyesuaian tata kelola kelembagaan agar selaras dengan visi misi pemerintah pusat dan daerah. Hal itu mencakup integrasi program ke dalam perencanaan pembangunan, serta penguatan kapasitas kader melalui pelatihan berkelanjutan berbasis potensi lokal.
Selain PKK, peningkatan kelembagaan Posyandu turut menjadi perhatian utama. Transformasi Posyandu dalam implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) menjadi fokus agar pelayanan dasar masyarakat lebih optimal. Ketua TP-PKK juga menyinggung penataan kelembagaan Posyandu terkait percepatan penurunan stunting, termasuk penerapan nomor registrasi Pos Pelayanan Terpadu sesuai keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.3-2834 Tahun 2025.
Dalam kesempatan itu, Ketua TP-PKK Barito Selatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut. Ia berharap momentum ini dapat memperkuat sinergi antarperangkat daerah, organisasi wanita, serta pemangku kepentingan lainnya dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat.. (GR).






